Di era globalisasi seperti sekarang banyak orangtua yang mengeluhkan karena anak-anak mereka (usia SD-SMP) tidak antusias untuk sekolah. Jumlah mata pelajaran dan tugas yang cukup banyak diprediksikan menjadi salah satu penyebab siswa jadi malas untuk belajar. Untuk mengatasi persoalan itu selain mengintensifkan pendampingan orangtua dan stakeholder yang terkait dituntut lebih selektif dalam menentukan sistem pendidikan. Hal itu dikemukakan oleh Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Chandra MSi dalam acara seminar Montessori Method for Early Childhood Education yang diselenggarakan oleh Bambini Kindergarten di Auditorium MMTC, kemarin. Novi menyatakan, mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung perlu dilakukan sejak dini. Tentunya dengan model yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa bosan. Untuk mewujudkan hal itu sebaiknya mereka tidak perlu diberikan pelajaran yang terlalu kompleks. Misalnya dengan memberikan permainan-permainan edukatif yang menstimulus anak untuk membaca, menulis dan berhitung.”Dapat diyakinkan dengan model itu, anak-anak akan merasa lebih nyaman dan menyenangkan saat mengembangkan ketrampilan dasar mereka,” ujar Novi. Menurutnya, sejak usia dini sebaiknya anak sudah memiliki pengalaman -pengalaman yang bervariasi. Hal ini penting karena pengalaman tersebut yang secara tidak langsung akan membentuk karakter dan kepribadian serta pemahaman akan konsep-konsep mendasar. Oleh karena itu sebaiknya orangtua lebih selektif dalam menentukan sistem pendidikan usia
AGAR BELAJAR TAK JADI BEBAN ; Jangan Diberi Pelajaran Terlalu Kompleks
April 4, 2008 oleh ramadanmp