Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia adalh rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan stauan pendidikan , khususnya pendididkan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum nasional dan local, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, dll.

Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah terutama di kota – kota menunjukan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan.

Dari berbagai pengamatan dan analisis, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata, yaitu :

1. kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional mengunakan pendekatan education atau input-output analisys yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.

2.penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi.

3. peran serta warga sekolah khususnya guru dan peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim.

Nama Pratikan : Ramadan M P

No Ujian : 05-042-031-2

Kelas : 9A

BLEACH

conan op

Di era globalisasi seperti sekarang banyak orangtua yang mengeluhkan karena anak-anak mereka (usia SD-SMP) tidak antusias untuk sekolah. Jumlah mata pelajaran dan tugas yang cukup banyak diprediksikan menjadi salah satu penyebab siswa jadi malas untuk belajar. Untuk mengatasi persoalan itu selain mengintensifkan pendampingan orangtua dan stakeholder yang terkait dituntut lebih selektif dalam menentukan sistem pendidikan. Hal itu dikemukakan oleh Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Chandra MSi dalam acara seminar Montessori Method for Early Childhood Education yang diselenggarakan oleh Bambini Kindergarten di Auditorium MMTC, kemarin. Novi menyatakan, mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung perlu dilakukan sejak dini. Tentunya dengan model yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa bosan. Untuk mewujudkan hal itu sebaiknya mereka tidak perlu diberikan pelajaran yang terlalu kompleks. Misalnya dengan memberikan permainan-permainan edukatif yang menstimulus anak untuk membaca, menulis dan berhitung.”Dapat diyakinkan dengan model itu, anak-anak akan merasa lebih nyaman dan menyenangkan saat mengembangkan ketrampilan dasar mereka,” ujar Novi. Menurutnya, sejak usia dini sebaiknya anak sudah memiliki pengalaman -pengalaman yang bervariasi. Hal ini penting karena pengalaman tersebut yang secara tidak langsung akan membentuk karakter dan kepribadian serta pemahaman akan konsep-konsep mendasar. Oleh karena itu sebaiknya orangtua lebih selektif dalam menentukan sistem pendidikan usia

Untuk peningkatan profesionalisme guru tidak semudah orang membalik tangan. Seorang guru yang telah lulus mengikuti sertifikasi guru dapat dikategorikan seorang guru yang profesional. Meskipun demikian keprofesionalan seorang guru di tingkat nasional belum dapat menjamin memberikan pengetahuan bagi anak didiknya mampu berkompetisi di era globalisasi.
Ketua Pengurus Alumni IKIP PGRI Wates yang juga Kepala Subdin TK/SD Dinas Pendidikan Kulonprogo Drs Harminto MM yang dihubungi KR, Senin (3/3) mengungkapkan peningkatan profesional guru tersebut hendak dibahas pada acara seminar dalam serangkaian kegiatan Dies Natalis IKIP PGRI ke 40 di Kampus IKIP PGRI Jalan KRT Kertodiningrat, Minggu (9/3) mendatang.
Lanjut Baca »

Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo mengadakan Pelatihan Penyusunan Kisi-kisi dan Soal 2008, di Gedung Unit II kantor dinas setempat, Jl Terbahsari, Wates, Kulonprogo, Senin hingga Kamis (3-6/3). Pelatihan diikuti 60 peserta guru SD se-Kabupaten Kulonprogo.
Pelatihan dipandu narasumber berpengalaman dan berkompeten dalam penulisan kisi-kisi soal, yaitu Drs Gito Sumarjo, Drs Suprapto MM, Subiyanto SPd, serta Dra Damarasih. Materi pelatihan meliputi, kebijakan umum, kaidah penyusunan, penyusunan kisi-kisi, analisis butir soal, serta telaah kisi-kisi dan soal. Selain itu juga ada sesi praktik dan presentasi setiap peserta. Rencananya, dari 60 peserta pelatihan akan diseleksi untuk dipilih 36 orang yang akan direkrut dalam tim penulis soal di tingkat kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Muhammad Mastur BA, mengharapkan setelah dilakukan pelatihan diharapkan jangan ada lagi kesalahan dalam penulisan soal. Diimbau pula agar hasil pelatihan dapat diimbaskan pada tiap-tiap gugus sekolah masing-masing. Hal itu tentu masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Lanjut Baca »

Tuntutan sekolah gratis di Sleman masih merupakan utopia atau angan- angan yang nampaknya masih sulit diwujudkan. Namun dewan tetap berkomitmen dan sungguh-sungguh bagaimana mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen di luar belanja tak langsung.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Sleman Rendradi Suprihandoko SH kepada KR di ruang kerjanya, Selasa (18/3), menanggapi dengar pendapat yang digelar DPRD Sleman untuk penyusunan Raperda penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, untuk mewujudkan anggaran pendidikan 20 persen di luar belanja tak langsung itu pun memang tidak mudah. ”Namun komitmen ini perlu mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan juga para elite di pemerintahan Sleman,” ujarnya.

Lanjut Baca »

fic_shan3.gif

Sahabat

cdzodiaque08.jpg

Biodata Saya

yoh4.jpg
Halo!, nama saya Ramadan saya lahir pada tanggal 5 Maret 1993, saya biasa dipanggil teman- teman Ardi, saya tinggal di jalan Ambarbinangun kasihan Bantul, saya mempunyai hobi membaca komik.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.